The Crew

Enam Proyek di Masteng Diresmikan

Senin, 22 Juni 2009

PASARWAJO, Kendari Ekspres--Bupati Buton, Ir HLM Sjafei Kahar kembali melakukan peresmian sejumlah proyek di Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng). Proyek tersebut berupa 4 unit sekolah baru yakni SMA di Desa Lakorua, SMK di Lalibo, SMP Satu Atap di Desa Watorumbe dan SD di Desa Gundu-Gundu. Semua sekolah tersebut dialihkan statusnya menjadi sekolah negeri.

Selain itu, Bupati Buton Ir H LM Sjafei Kahar yang didampingi, Kadis Diknas Kabupaten Buton Drs La Ode Anwar Amiri M Si dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemkab Buton juga meresmikan Kantor Camat dan Rujab Masteng Sabtu (13/6).Peresemian gedung dan penegerian keempat sekolah tersebut dilakukan secara simbolis yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Mawasangka Tengah. SMA Negeri 1 Masteng merupakan persalihan dari SMA Swasta Lakarua, Sedangkan SMK Negeri 1 Masteng peralihan status dari SMA Swasta Masteng.

Bupati Buton Ir H LM Sjafei Kahar melalui kepala Badan Infokom, Arsip, PDE dan Perpustakaan Kabupaten Buton Drs La Halimu mengatakan dengan beralihnya status SMA dan SMK akan meringankan beban masyarakat dalam memperoleh haknya di bidang pendidikan. “Dengan beralihnya SMA swasta menjadi SMA dan SMK negeri akan meringankan beban masyarakat. Sebab sekolah itu akan dibaiayai langsung oleh pemerintah,” kata La Halimu menirukan statemen Bupati Buton, Sjafei Kahar.

La Halimu mengharapkan agar masyarakat Masteng dapat mempergunakan dan memelihara sarana pendidikan tersebut sebaik-baiknya. Apalagi, sekarang ini Pemkab Buton sedang menggalakkan pembangunan sekolah di seluruh pelosok Kabupaten Buton. Sebab ketika Buton memekarkan wilayahnya, hanya memiliki 3 SMA negeri dan tak satupun SMK yang ada. Dan untuk saat ini telah berjumlah 21 SMAN, 8 SMAS, 4 SMKN, 3 SMKS, 3 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan MAS lainnya di Kabupaten Buton.

Dengan berubahnya status sekolah-sekolah swasta itu menurut La Halimu tentunya akan menambah animo masyarakat untuk menuntut ilmu di kampung halamannya sendiri. “Orang tua dapat lebih mudah untuk mengawasi anak-anak mereka dibandingkan harus menuntut ilmu di daerah lain. Disamping itu anak-anak juga dapat membantu orang tua mereka setelah pulang sekolah. Itu kemudahan yang paling kecil,”ujarnya.

Sementara itu Kadis Diknas Kabupaten Buton Drs La Ode Anwar Amiri M Si mengungkapkan, peresmian sekolah swasta menjadi negeri merupakan suatu wujud program pemerintah daerah Kabupaten Buton yang telah sungguh-sungguh memperhatikan peningkatan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan dengan ditetapkannya anggaran di bidang pendidikan yang dari tahun-tahun meningkat secara siginifikan.

Dijelaskan, anggaran pendidikan itu berupa penambahan unit sekolah baru, ruang kelas, rehablitasi ruang kelas di berbagai jenjang pendidikan serta pengadaan perpustakaan dan laboratorium IPA maupun computer.”Peralihan status kedua sekolah tersebut secara bersamaan menggambarkan kesadaran masyarakat Mawasangka Tengah untuk memperoleh pendidikan bagi anak-anak mereka cukup tinggi,”jelasnya. LAY/LEX

0 komentar:

Poskan Komentar

Foto MUBES II

Foto MUBES III

Pengikut