Program Coremap II Buton dan Warga Bungi
SETELAH melewati jalan berbatu tak beraspal puluhan kilo meter jaraknya dari Kecamatan Lakudo, di Ujung Timur Desa Bungi Lasori terdapat sumur umum tempat warga setempat mencuci dan mandi. Di tepi jalan itu, terdapat papan kecil bercat hitam bertuliskan Coremap II Kabupaten Buton, Kecamatan Mawasangka Timur.
Yuhandri Hardiman
DARI ujung jalan, tampak anak kecil dan ayahnya sedang mandi di tepi sumur. Jumat siang itu pukul 11.50 Wita, keadaan sumur tak begitu ramai, sebentar lagi Shalat Jumat akan digelar. Jalan masuk ke tepi sumur terlihat licin terbuat dari semen berlebar 2 meter, panjang kira-kira 100 meter.
Warga setempat menyebut jalan menuju sumur Koemawa itu terealisasi atas bantuan dana blockgrant dari Coremap II Buton senilai Rp 50 juta. Masyarakat benar-benar terbantu, tak perlu lagi memikul jerigen berisi air. Sebab warga bisa membawa gerobak berisi puluhan jerigen untuk diisi air.
Memasuki ruas jalan Desa Bungi Lasori, di kiri-kanan jalan dijejer agar-agar (baca: rumput laut) yang sedang dikeringkan di bawah terik matahari. Lamboeya kakek tua berusia 80 tahun itu baru saja datang dari laut. Dia adalah salah satu warga yang mendapat bantuan dana Seed Fund dari Coremap II Buton.
Kakek bercelana puntung itu sebagai salah satu kelompok usaha budidaya agar-agar. Di kelompok mereka, kelompok dua sudah mendapat bantuan perlengkapan budidaya agar-agar berupa tali, bambu, pisau. Di bangku panjang di beranda rumah panggung miliknya, berulang-ulang Lamboeya menghaturkan rasa syukurnya atas program Coremap II Kabupaten Buton yang telah membantu permodalan padanya.
Aku mengungkit sumur di ujung kampung. Kakek itu juga menjelaskan padaku jika sumur itu dulu jalannya berbatu. Kini sudah disemen yang dananya berasal dari bantuan Coremap II Buton. Kini sang kakek itu dengan mudah bisa mandi dan mengambil air di sumur itu, sebab akses jalannya telah mulus dan licin.
"Kalau di sini tidak kenal musim," kata sang kakek dengan bahasa Indonesia terbata-bata bercampur bahasa daerah. Hanya sedikit yang kupahami dari perkataan kakek ayah dari empat anak itu. Dia terus berceloteh, warga dari Wanci, Binongko, dan Batauga datang membeli bibit agar-agar di Bungi Lasori. Gumpalan tali agar-agar berserahkan di lantai rumahnya, satu tali panjang 6 depa untuk 200 ikat bibit agar-agar. Penghasilannya cukup lumayan untuk menopang hidupnya.
Di tepi pantai sebelah barat, sejumlah ibu rumah tangga sedang mengikat bibit agar-agar. Kelompok ini pun sudah mendapat bantuan dari dana seedfund Coremap II Buton, berupa bambu, tali, patok, dan pondok tempat pengeringan agar-agar. Pondok tempat pengeringan agar-agar tersebut terdapat 5 unit, semuanya untuk warga. "Itu pondoknya di tepi tebing," kata salah seorang ibu sambil menunjuk ke salah satu pondok yang kayunya masih serba baru sambil menjatuhkan bibit yang telah terikat di tali ke dalam laut. Pondok itu kira-kira berukuran 4x6 meter berbentuk rumah panggung.
Sejumlah ibu-ibu itu bekerja penuh semangat, mereka tidak perlu susah mencari pinjaman ke rentenir untuk memulai usaha budidaya agar-agar. Coremap II Buton menyediakan dana Seed fund yang dikelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Setiap anggota LKM bisa meminjam Rp 2,5 juta dengan bunga 1,2 persen. Warga Bungi kini menjadi manja dan senang meminjam uang di LKM bentukan Coremap II Buton, sebab tidak perlu membawa barang jaminan dan agunan untuk meminjam uang, syaratnya punya usaha dan KTP. "Itu saja syaratnya," kata Motivator Desa Bungi, Saharudin, didampingi Safarudin, Wamaiya, dan Lasamuni.
Saharudin sejak tahun 2005 sudah membudidayakan agar-agar. Namun perkembangan usahanya selama dua tahun tidak memperlihatkan tanda-tanda kemajuan. Dia kesulitan modal usaha, belum lagi gangguan racun dan bius yang bisa mematikan agar-agarnya. Di tahun 2007 Coremap II Buton masuk ke Mawasangka Timur, masyarakat kini paham dan mayoritas sudah menghargai alam dan ekosistem laut sebagai anugerah Yang Maha Kuasa untuk dijaga dan dilestarikan untuk kesejahteraan manusia. Sejak saat itu juga dia menjadi salah satu peminjam dana seed fund. Dia bersyukur kini usaha agar-agarnya mengalami kemajuan pesat dan mampu menghidupi anak istrinya.(Radar Buton)


0 komentar:
Poskan Komentar