The Crew

La Ode Ida: Tidak Ada Masalah

Selasa, 27 April 2010

Buteng dan Busel Masuk Prolegnas

JAKARTA-Tim Pemekaran Buton Selatan (Busel) akhirnya bisa bernapas lega setelah bertemu Wakil Ketua DPD RI, DR La Ode Ida di ruang kerjanya, Senin (19/4). Karena kekhawatiran yang menghantui, ketika grand design ditetapkan Kemdagri maka harapan untuk memekarkan Buteng dan Busel bakal pupus tidak menjadi kenyataan. Soalnya keduanya telah masuk dalam Prolegnas DPR RI 2010.

“Karena sampai saat ini untuk pemekaran Buton Selatan dan Buton Tengah tidak ada masalah, baik di DPR RI maupun di Depdagri. Karena sampai saat ini belum ada isyarat bahwa Buton Selatan dan Buton Tengah jadi atau tidak. Mengenai konsep grand design sepanjang yang saya ketahui belum ada yang ditetapkan, dan ini masih dalam rancangan konsep. Grand design ini hanya berlaku untuk pemekaran provinsi, bukan kabupaten kota. Yang jelas semua persyaratan harus dipenuhi, agar tidak ada lagi alasan Depdagri untuk tidak memekarkannya (Busel dan Buteng, red),” tukas Ida.

Senator Sultra ini mengatakan dimungkinkan Indonesia bisa menambah 15 provinsi lagi. Itu dengan melihat kondisi geografis, bila dibandingkan dengan Thailand.

Kemudian dari 33 usulan pemekaran yang masuk ke DPR RI, dibagi dua kelompok, yakni kelompok 20 dan 13. Buton Selatan dan Buton Tengah masuk kelompok 13. Setelah dilihat kelengkapan persyaratannya, yang memenuhi syarat administrasi hanya empat calon kabupaten baru, Papua Barat, Nias, Buton Selatan dan Buton Tengah.

“Dan yang paling siap untuk mekar adalah Buton Selatan dan Buton Tengah. Jadi kalau menurut saya tinggal menunggu waktu saja, karena mengurus pemekaran ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu ada kajian-kajian teknis dari Depdagri,” terang Ida.

Selaku DPD RI, pihaknya menilai Buton Selatan dan Buton Tengah optimis akan terwujud. Dia berargumen keduanya telah mendapat respon dari DPR RI sesuai keputusan Badan Legislasi, memenuhi persyaratan. Baik syarat administrasi, teknis, maupun kewilayahan sesuai PP 78/2008. Bahkan telah dimasukan dalam program legislasi nasional (Prolegnas) DPR RI 2010.

Amatan Koran ini, sebelum mempertanyakan sejauh mana perjalanan proses pemekaran kedua calon kabupaten baru, Buton Selatan dan Buton Tengah, Ketua Tim Pemekaran Busel, H La Ode Darmin SH MSi, memperkenalkan semua anggota Tim Pemekaran Busel ke Wakil Ketua DPD RI, satu-persatu. Setelah usai perkenalan, Darmin menyampaikan bahwa kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Buton Selatan.

Karena selama ini, Tim Pemekaran Busel dinilai masyarakat Busel tidak bekerja untuk menyampaikan aspirasi mereka. Apalagi masyarakat sangat mendambakan pemekaran, sehingga masyarakat rela membiayai keberangkatan mereka ke Jakarta.

Buktinya dalam Tim tersebut setiap kecamatan terwakili, Kecamatan Batauga (Hasmin Ilimi SSos), Siompu (La Hijira SH), Siompu Barat (Ir LA Manan), Kadatua (Kaimuddin SAg), Sampolawa (La Ode Alirman SH), Lapandewa (Drs La Siambo), Batuatas (Drs H Majene Saputra).

Tokoh masyarakat (Tomas) daratan Drs La Ode Mane Oba, Tomas Kepulauan, Pomili Womal SPd, tokoh pemuda La Ode Abdul Rajab SE, Birokrat Drs H Lutfi Hasmar SSos MSc, Staf Sekab La Ode Aswad SSos MSi bersama Drs Munsir. (HARIAN RADAR BUTON)

1 komentar:

Harudin Buton mengatakan...

wah..mantap tu...spya anak daerah di bisa membangun.

Poskan Komentar

Foto MUBES II

Foto MUBES III

Pengikut